Makna dan Keutamaan Shalat Tarawih Dari Malam Pertama Sampai Ke-30

Makna dan Keutamaan Shalat Tarawih Dari Malam Pertama Sampai Ke-30

Makna dan Keutamaan Shalat Tarawih Dari Malam Pertama Sampai Ke-30 - Shalat Tarawih adalah shalat sunnah muakkad yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan dalam Islam. Shalat sunnah hanya ada dan dikerjakan Di waktu bulan Ramadhan. Arti tarawih berasal dari bahasa Arab yang artinya waktu sesaat untuk beristirahat.

Menurut kisah yang pernah diajarkan guru saya dulu ketika saya masih berada di bangku Sekolah Dasar, Di masa Nabi Muhammad SAW Shalat Tarawih dikerjakan hingga tengah malam. Caranya setiap selesai 2 rakaat atau satu salam para sahabat beristirahat dengan Nabi bahkan ada yang keluar beristirahat di dalam rumah. Setelah beberapa jam istirahat, dipanggilah para sahabat untuk Shalat Tarawih lagi. Begitu seterusnya hingga mencapai hitungan 8 rakaat. Valid tidaknya kisah saya sendiri tidak tahu dan tidak pernah meneliti.

Di masa Khalifah Sayyindina Umar, beliau mengerjakan sampai 20 rakaat. Berbeda dengan Di masa Nabi yang 8 rakaat. Amalan Umar Bin Khattab ini disepakati oleh para Ulama (Ijma Ulama).

Niat Melaksanakan Shalat Tarawih
Jika anda akan melaksanakan Shalat Tarawih maka harus berniat. Niatnya sebagai berikut:
Ushalli sunnatat taraawiihi rakataini (mamuman/imaaman) lillahi taaalaa
Artinya: Aku niat Shalat Tarawih dua rakaat ( menjadi makmum/imam) karena Allah Taala

Makna di Setiap Malam Dari Shalat Tarawih di Bulan Ramadhan
Sayyidina Ali bin Abi Thalib berkata bahwa Nabi pernah ditanya tentang Keutamaan Shalat Tarawih Di Bulan Ramadhan. Nabi menjawab dengan sabdanya sebagai berikut :
  • Di malam pertama, Orang mukmin keluar dari dosanya , seperti saat dia dilahirkan oleh ibunya.
  • Di malam kedua, ia diampuni, dan juga kedua orang tuanya, jika keduanya mukmin
  • Di malam ketiga, seorang malaikat berseru dibawah Arsy: Mulailah beramal, semoga Allah mengampuni dosamu yang telah lewat.
  • Di malam keempat, dia memperoleh pahala seperti pahala membaca Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Furqan Al-Quran.
  • Di malam kelima, Allah Taala memeberikan pahala seperti pahala orang yang shalat di Masjidil Haram, masjid Madinah dan Masjidil Aqsha.
  • Di malam keenam, Allah Taala memberikan pahala orang yang berthawaf di Baitul Makmur dan dimohonkan ampun oleh setiap batu dan cadas.
  • Di malam ketujuh, seolah-olah ia mencapai derajat Nabi Musa a.s. dan kemenangannya atas Firaun dan Haman.
  • Di malam kedelapan, Allah Taala memberinya apa yang pernah Dia berikan keDi Nabi Ibrahim as
  • Di malam kesembilan, seolah-olah ia beribadat keDi Allah Taala sebagaimana ibadatnya Nabi saw.
  • Di malam kesepuluh, Allah Taala mengaruniai dia kebaikan dunia dan akhirat.
  • Di malam kesebelas, ia keluar dari dunia seperti saat ia dilahirkan dari perut ibunya.
  • Di malam kedua belas, ia datang pada hari kiamat wajahnya bagaikan bulan di malam purnama.
  • Di malam ketigabelas, ia datang Di hari kiamat dalam keadaan aman dari segala keburukan.
  • Di malam keempat belas, para malaikat datang seraya memberi kesaksian untuknya, bahwa ia telah melakukan shalat tarawih, maka Allah tidak menghisabnya Di hari kiamat.
  • Di malam kelima belas, ia didoakan oleh para malaikat dan para penanggung (pemikul) Arsy dan Kursi.
  • Di malam keenam belas, Allah menerapkan baginya kebebasan untuk selamat dari neraka dan kebebasan masuk ke dalam surga.
  • Di malam ketujuh belas, ia diberi pahala seperti pahala para nabi.
  • Di malam kedelapan, belas, seorang malaikat berseru, Hai hamba Allah, sesungguhnya Allah ridha kedirimu dan ke ibu bapakmu.
  • Di malam kesembilan belas, Allah mengangkat derajat-derajatnya dalam surga Firdaus.
  • Di malam kedua puluh, Allah memberi pahala para Syuhada (orang-orangyang mati syahid) dan shalihin (orang-orang yang saleh).
  • Di malam kedua puluh satu, Allah membangun untuknya gedung dari cahaya.
  • Di malam kedua puluh dua, ia datang Di hari kiamat dalam keadaan aman dari setiap kesedihan dan kesusahan.
  • Di malam kedua puluh tiga, Allah membangun untuknya sebuah kota di dalam surga.
  • Di malam kedua puluh empat, ia memperoleh duapuluh empat doa yang dikabulkan.
  • Di malam kedua puluh lima, Allah Taala menghapuskan darinya azab kubur.
  • Di malam keduapuluh enam, Allah mengangkat pahalanya selama empat puluh tahun.
  • Di malam keduapuluh tujuh, ia dapat melewati shirath Di hari kiamat, bagaikan kilat yang menyambar.
  • Di malam keduapuluh delapan, Allah mengangkat baginya seribu derajat dalam surga.
  • Di malam kedua puluh sembilan, Allah memberinya pahala seribu haji yang diterima.
  • Di malam ketiga puluh, Allah ber firman : Hai hamba-Ku, makanlah buah-buahan surga, mandilah dari air Salsabil dan minumlah dari telaga Kautsar. Akulah Tuhanmu, dan engkau hamba-Ku.
Demikian artikel mengenai Makna dan Keutamaan Shalat Tarawih Dari Malam Pertama Sampai Ke-30, semoga bermanfaat.

Posted by: Haris Ratno Pambudi
Haris Cyber4rt Blog, Updated at: 23.59

2 komentar:

  1. Kalau boleh tau haditsnya riwayat siapa dari siapa pemberitanya. Makasih udah berbagi.

Poskan Komentar